Langsung ke konten utama

Postingan

[Open PO] Kalender 2019

✨ NEW ARRIVAL - MBM ✨
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Menyambut 2019, Masjid Baitul Maal PKN STAN hadir dengan Kalender 2019 bernama KSR = Kalender Sunnah Reminder.

Kalender Meja keluaran MBM PKN STAN ini dilengkapi dengan fitur:

✅ Kalender Hijriyah
✅ Reminder Puasa Sunnah
✅ Spesifikasi: Art Karton 230 gr, ukuran A5, laminasi doff. Punggung Bold 30+Kain linen


InsyaAllah memudahkan kita agar tidak lupa untuk berpuasa sunnah :). Ayok buruan BHUNGKUS!
(Jangan sampai kehabisan, Persediaan terbatas)

Untuk Pemesanan isi link
bit.do/KalenderMBM
bit.do/KalenderMBM

📌Distribusi pada tanggal 20 Januari 2019

Cp: 082333273279 (WA Only)

Abu Hurairah R.A, mengatakan: Nabi ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga perkara:
1. Puasa tiga hari setiap bulan;
2. Dua rakaat shalat dhuha; dan
3. Shalat witir sebelum tidur.
[H.R. Bukhari]

#ReminderPuasaSunnah
#HamasahLillah

✨Masjid Baitul Maal PKN STAN ✨
-----------------------
👥 Fb : Masjid Baitul Maal STAN
🐦 Twitter 📷 Insta 📱 Line : @mbmpknstan
-…
Postingan terbaru

Drama Hidup : Tiket Pulang Kampung

Assalamu'alaikum.
Alhamdulillah hari ini aku berkesempatan untuk kembali mengunjungi keluargaku di kampung halaman.

Yaps, sebulan lalu, tepatnya dua minggu pasca aku diguling dan merayap memang kuberanikan diri mengambil risiko izin di hari kerja untuk bertemu keluarga. Bukan untuk berlibur, sekedar beristirahat dari hiruk pikuk manusia yang penuh drama.
Ohya, hidup itu memang penuh drama gengs, apalagi hidup gue, sikik sikik drama *lah. Aku teringat perjuanganku sebelum akhirnya berhasil tiba di rumah dengan selamat.

Semua bermula saat kepulanganku kemarin menggunakan bus, aku sangat antusias ketika kudapati tiket Lodaya Tambahan seperti lebaran Juli lalu. Wah, siapa yang tak senang? Aku bisa ke Bandung tanpa mengkhawatirkan jam pulang kantor, karena Lodaya Tambahan berangkat pukul 20:20, sedangkan Lodaya biasa berangkat pukul 18:50, sangat memacu adrenalin.
"Mas, ada kereta tambahan, fix ngga bareng sampeyan," ketikku pada teman kantor yang biasa menawarkan tumpangan …

Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Untukmu yang telah menjalani hidup selama dua puluh tahun.

Tak terasa sudah bertemu dengan bulan Desember lagi.
Hampir genap 365 hari yang lalu, untuk pertama kalinya kita bertemu. Dan mungkin, tidak genap dua puluh hari kita bertatap muka. Aha, hanya lima kali yang kuingat dan bisa kuhitung.
Dan selama itu, aku benar-benar merasakan sulitnya untuk sekedar berteman denganmu, Manusia Batu.
Detail sekali, apa aku selalu memperhatikanmu? Tidak, tidak sama sekali, saat itu.

Entah kapan dan bagaimana
Aku tak sadar pada akhirnya kita mulai saling mengenal dan sedikit dekat, iya sedikit saja.
Aku tak tau jika terlalu dalam mengenalmu, bisa sedalam apa juga lukaku nantinya.

Aku menerimamu sebagai teman, seperti yang lain, emm itu awalnya.
Entah betapa bersyukurnya aku waktu itu.

Kini semuanya berbalik.
Mungkin inilah yang disebut kepastian, kepastian untuk tak saling menggenggam, belum jodohnya.
Ahh, ternyata menaruh hati padamu lebih menyakitkan daripada mengagumi seseorang dalam diam lalu …

Ketahanan Keluarga Versi Mas El

Asssalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh...
Langit semakin rajin menurunkan rezekinya berupa hujan.
Jaga kesehatan ya kalian :))

Akhirnya telah sampai di penghujung November, bulan dimana segala bentuk emosi kukeluarkan dan segala bentuk praduga justru terealisasi. Mungkin, November menjadi salah satu bulan kesukaanku, setelah Agustus tentunya. Meskipun emosi negatif mendominasi, tapi dari situ aku belajar untuk menjadi lebih dewasa. Tentang mengikhlaskan, tentang tanggung jawab, tentang menghargai orang lain, tentang maut yang datang tak terduga, tentang menerima kehilangan, tentang kepedulian, tentang rasa percaya terhadap orang lain, tentang cara mengungkapkan ketidaksesuaian, dan kesimpulan untuk tidak jatuh cinta lagi.

——— mungkin tulisan kali ini bakal agak panjang ——

Aku ingin membagi sedikit bahasan ringan dengan kakak tingkatku saat kuliah, sebut saja Mas El. Jujur, aku tidak terlalu mengenalnya, atau bisa dibilang tidak kenal sama sekali. Aku baru mengenal dia saat ka…

DJP Berduka

November...
November adalah bulan kelahiran dua sahabatku.
November adalah bulan kelahiran pemilik slogan Happiness Delight.
November adalah bulan dimana frekuensi terjadinya hujan semakin tinggi.
November adalah bulan dimana Mbak Dewi Nur Aisyah mengisi seminar di UNS (asli pengen ikut).
November adalah bulan dimana wacana aku ingin pulang kampung.
Yang jelas, November adalah bulan setelah  Oktober dan sebelum Desember. *apasihjar

Duka menyelimuti kalbu di penghujung bulan Oktober atas tenggelamnya Pesawat Lion Air JT610 tanggal 29 Oktober di perairan Karawang, tepat sehari sebelum peringatan Hari Oeang. Mirisnya, pesawat itu ditumpangi sebagian besar para abdi negara, pegawai kementerian. Sejumlah 21 penumpang di antaranya pegawai Kemenkeu termasuk 12 di antaranya pegawai DJP. DJP Berduka. Dikeluarkannya Surat Edaran sebagai wujud empati, lima hari kerja berkemeja putih dengan simpul pita hitam di lengan kiri.


Saat itu aku masih mengikuti PTU hari kedelapan. Seperti biasa, menjelan…

Setelah Negara Api Menyerang

Hari ini adalah hari pertama aku kembali ke kantor setelah sepuluh hari ku dibina dan ditempa. (hiya jadi lirik yel PTU angkatan 3)

Adakah di antara kalian yang menanti tulisanku? Wkwkwkw.
Ada sedikit sentilan yang membuatku tak nyaman, harus jadi orang ekstrovert. Yak, aku nyaman dan bangga menjadi diriku yang introvert, bahkan di sela kegiatan lari guling merayap, ku masih merindukan menulis dan mengedit video.
Begitu lebih baik daripada merindukan dia yang tak merindukan kita. Yhaaaaa no offense. Murni bercanda.
Menurutku, introvert dan ekstrovert itu dilihat dari bagaimana seseorang menyelesaikan masalah, bukan bagaimana cara dia bergaul. Itupun bukan menjadi sesuatu yang harus dipeributkan. Hak seseorang dalam bersikap.

Ohya, sebenarnya PTU atau yang lebih awam disebut DTU ini cuma berlangsung 10hari. Tapi entah kenapa berasa sebulan lebih bagiku. Persiapan mentalnya yang cukup menguras waktu. Yak, aku bukan type orang yang menyukai kegiatan fisik macam ini. Mulai dari isu bakal…

Tinggal Kenangan

Pernah ada... Rasa cinta... Antara kita
Kini tinggal kenangan

"lagi ingat seseorangkah?" begitu tanya kawan baruku.
Ahh lebih tepatnya mungkin aku sedang menunggu seseorang.
Detik demi detiknya sangat terasa.
Jadi sadar, dia se"selalu ada" itu?

Ya, sekarang memang aku lebih suka bercerita, apapun.
Tapi aku biasanya merangkum cerita itu, melaporkannya pada bapak tiap seminggu sekali, kadang lebih. Karena aku selalu punya tempat lain untuk bercerita secara real time.
Lucunya, orangtuaku justru khawatir kalo terlalu sering menelfon, pikir mereka ada apa-apa mereun, padahal aslinya pengen aku balik ke rumah juga tuh kayaknya. Maklum, penghuni yang paling berisik itu aku--- ngomelin adek, nyapa Huma kalo lewat depan rumah, ngomelin Khanin kalo maen panas-panasan, cerita hal apapun ke bapak sampe tengah malem, ngeyel kalo dikasih tau simbah.
Hmmm selalu ada alasan untuk pulang, dan selalu ada jalan untuk pulang.



Jauh kau pergi meningggalkan diriku
Di sini aku merindukan diri…