Postingan

Sebuah Notifikasi Apresiasi

Gambar
Assalamu’alaikum Halo kawan-kawan, lama banget ya aku ngga nulis. Kayaknya selama 2020 aku belum ada postingan ori ngga sih? Heuu sekangen itu. Gamau pake alasan sibuk soalnya dua bulan lebih WFH jadi murni males aja kayaknya ni anak wkkwk.  Oh ya, kalian apa kabar? Pasti tahun ini agak lebih berat ya dijalani, banyak berita duka, sekolah/kuliah secara online , PHK dimana-mana, omzet jualan menurun, wisuda dan perpisahan sekolah juga gabisa, apapun itu … tetap semangat ya, ni coklat buat kamu wkwkwk. Aku tau ini memang berat, tapi selalu ada hal yang bisa disyukuri bukan? Coba deh cari dulu, pasti ada nampar diri sendiri . Sabar ya, katanya ada pelangi setelah hujan bukan? Meskipun bisa aja setelahnya ada puting beliung wkwkw kalo kata Bang Fachry. Berhubung ini adalah bulan yang sedikit special karena adek aku memasuki kepala dua yaampun jadi inget umur , aku memutuskan untuk mengumpulkan niat dan menggerakkan jemariku di atas keyboard . Oh ya jangan lupa doian yang bagus bagu...

Apa Kabar, Kawan?

Gambar
Bismillah ... "Balik ke kamar dulu yak, mau nelfon orangtua," ucapku saat meninggalkan kamar teman sekosanku. Tak lama kemudian ponselku berdering, dengan nada khas telepon melalui aplikasi Whatsapp ... alhamdulillah orang rumah mulai peka kalo aku pengen nelfon , pikirku. Segera kuraih ponselku dan kubuka aplikasi hijau bergambar gagang telepon itu. Loh kok foto profilnya beda? Pikirku sekian detik saat melihat gambar di layar. Bukan kontak ibuku, bukan juga adikku. Dan benar saja, satu nama yang membuatku terkejut ---- sebut saja Axel atau El. Aku sempat berpikir sekian detik, ada apa dia menelefon tiba-tiba? Ya, sudah empat bulan lebih kita tak saling menyapa. Otakku segera memutar ingatan, terakhir yang aku lakukan 34 menit yang lalu adalah mengiriminya pesan, "kapan kamu pulang?" Ohya kenalan dulu, aku Alfa, sebut saja Al. Aku dan El telah berteman sejak kami berseragam putih-biru hingga putih abu-abu. Setelah lulus SMA, kami berpisah, meninggalkan Kota Ser...

Mas, Dimas! Dibalik Seekor Simpanse

Gambar
"Pria yang kau sukai, Lucu!" suara itu tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Aku menatapnya sekilas, lalu beralih pada arloji di tangan kiriku. Dia datang tepat waktu, hanya saja aku yang terlalu tak sabar ingin bertemu. Tak mendapat reaksi, dia pun duduk menyejajariku. " Ada banyak cara untuk membuatmu bahagia. Tapi dia, lebih memilih bagaimana cara membuat luka ," imbuhnya, tak ketinggalan senyum sinis yang terlihat manis. Aku hampir berdiri lalu bersiap memukulnya dengan gulungan kertas yang sedari tadi kubawa, namun refleknya sangat bagus. Dia menahanku, lalu tangan kanannya mengulurkan minuman dingin kesukaanku, Ichitan Thai Tea. Sial! Kusambut minuman botol itu dengan helaan nafas. Dia pun tersenyum lagi, kali ini senyum kemenangan. " Namun, ini juga ngga kalah lucu !" aku menoleh kearahnya, belum selesai rupanya. " Ada banyak seseorang yang ingin membahagiakanmu. Tapi kamu, lebih memilih dia yang hanya mengukir luka ," lanjutnya lagi. Hampir...

Jatuh Cinta di Usia 20-an

Gambar
Assalamu'alaikum Tulisan ini disadur dari Teh Jasmine Unpad. Sila dibagikan, semoga bermanfaat :) Jatuh Cinta di Usia 20-an Jatuh cinta di umur segini tuh berat. Mau dibilang cinta monyet, akunya bukan monyet. Mau diseriusin, akunya merasa belum layak. Mau dibuat becandaan, temen aku dah pada nikah dan punya anak. Sebagai perempuan juga, kalau suka sama orang gak berani bilang. Mau pake perantara takut perasaan ini hanya sementara. Merasa ‘he is the one’ tapi takut bukan atas dasar iman. Ada yang dateng ngasih harapan tapi gak berujung jadi kenyataan. Ada yang bilang siap tapi kok gak dateng-dateng? Ada yang hanya singgah memberi bantuan, lah akunya kengarepan (re: baper). BERAT EMANG. Akan ada banyak pertimbangan saat mengalaminya, yang saangat mengganggu pikiran. Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah MENGAKUINYA, karena kamu sudah baligh bukan? Akan makin sulit jika menolaknya. Tak apa, perasaan pada lawan jenis itu fitrah. Tugas kita adalah meng...

Aku Bukanlah Senja

Suatu pagi ketika memasuki ruangan 👦 : Mbak, kemarin setelah kajian saya panggil denger ngga? 🧕 : Emmm aku ngga sampai selesai ikut kajiannya, kan ijin ke dokter,  kenapa gitu? 👦 : Oh, engga, cuma mau ngasih tau aja kemarin, kalo udah sore, bentar lagi senja. 🧕 : ... Dan suatu sore 👦 : Mbak senja, pulang dulu ya... 👨‍🦰 : Ciye, mbak dipamitin tuh ... 🧕 : Emang dia ngomong sama aku? Namaku Fajar, bukan senja 👦 : Ya kan kalo udah jam segini namanya jadi Mbak Senja 👨‍🦰 : Ciye panggilan khusus, senja ciyee ... Sebelum dia menjuluki saya Senja 👦 : Senja untuk Fajar. Senja itu calon suaminya mbak ya? 🧕 : Hah? 👦 : Iya di bio mbak 👨‍💼 : Ciye panggilan khusus nih 🧕 : Engga mas, iseng aja itu, ada di bio aku kok 👦 : Iya itu ada di bionya mbak 👨‍💼 : Merhatiin banget, aku lama follow dia ngga ngeh tuh bio dia 👦 : Ya soalnya unik gitu 👨‍💼 : Ciyee dibilang unik 🧕 : *tutup muka* pffftt ini bakal panjang (ngebatin) 👨‍🦰 : Ciye mbak senja Dan di ...

Ketika Kukira Aku Istimewa : (1,5/4) Awal Sebuah Kisah

Gambar
Assalamu'alaikum ... Ada yang mau tau kelanjutan episode dari Ketika Kukira Aku Istimewa? Wkwkw sok drama bets. Tulisan itu sempat kuhapus karena tokoh Ujangnya mungkin kurang berkenan, tapi yaa masa bodo lah ya, mari sejenak lupakan manusia pohon pisang itu. Tentang masalah tulisan yang kurang berkenan, atas saran Dhafin dulu aku bahkan membuat satu blog lagi agar dia tak membaca tulisanku. Tapi setelah kupikir-pikir, itu masalah dia, mengapa aku yang harus berkorban?Lagipula aku sudah sering memintanya untuk tidak membaca tulisanku, biar saja ia urus hidupnya dengan orang yang baru. Kuhanya ingin berbagi kisah lucu sekaligus healing. Ini ada lanjutannya tapi cuma setengah ehehe ... Note: Jika Anda adalah Ujang, tidak diperkenankan membaca tulisan ini. Saya pasang police line! Ohya termasuk temannya Ujang dan Ajun gaboleee. Gimana awal berteman? Setelah itu, kita semua dipisahkan oleh SK. Ya ngga semua sih, ada beberapa yang ditempatkan di kantor yang sama atau berdekatan. Gue...

Berdamai dengan Diri

Assalamu'alaikum Seperti biasa aku hanya ingin menuliskan apa yang aku pikirkan saat ini, mungkin akan pendek karena ini tulisan sekali jadi. Sebelumnya, masih boleh berucap turut berduka cita kan ya? Yashh, innalillahi wainna ilaihi raaji'uun. Telah berpulang Presiden RI kita yang ketiga, Bapak B.J Habibie, dimana kepergiannya benar-benar membuat Indonesia berduka ---- atas kontribusinya, ilmunya, ketulusannya, dan keteladanan yang ia tinggalkan. Pun Indonesia tengah berduka atas musibah kabut asap yang melanda wilayah Riau, Sumatra, dan Kalimantan. Semoga kawan-kawanku tetap dalam lindungan-Nya. Kali ini aku hanya ingin mengeluarkan apa yang membebani kepalaku sehingga rasanya aku tak mampu mengontrol pikiranku sendiri untuk beristirahat. "Seseorang, aku pusing. Dan aku tiba-tiba demam," Yash, ungkapan itu hanya bisa kutulis di sini karena aku tak tahu kepada siapa ingin ku kirim pesan ini. Aku tak ingin membuat keluargaku di rumah khawatir hanya karena masalah...